28.6 C
Jakarta

Kemenkes Melepas Tim Pemantauan Pos Kesehatan Arus Mudik/Balik Lebaran – Sehat Negeriku

Published:

JAKARTA, 4 April 2024 — Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan di sepanjang jalur perjalanan pemudik. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai 193,6 juta orang pada Idulfitri 1445 H/2024 M, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tercatat 123,8 juta orang.

15.705 Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Azhar Jaya mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 15.705 fasilitas kesehatan di 38 provinsi. Fasilitas itu terdiri dari 10.147 puskesmas, 3.186 rumah sakit, 352 Public Safety Center (PSC) 119, 51 balai karantina kesehatan (BKK), serta 1.569 pos pelayanan kesehatan di jalur mudik.

“Kementerian Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk tetap mengaktifkan puskesmas dan rumah sakit di wilayah masing-masing dalam upaya penanganan rujukan dari pos kesehatan yang dibangun,” kata Azhar saat melepas tim pemantauan mudik di kantor Kemenkes, Kamis (4/4).

Menurut dia, kesiapan lintas sektor menjadi kunci agar perjalanan mudik dan balik berlangsung aman, sehat, tertib, selamat, dan lancar. Kemenkes juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain, pemerintah daerah, serta unsur terkait di lapangan.

Puncak Mudik Diprediksi H-2

Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-2, yakni Senin, 8 April 2024, yang bertepatan dengan awal cuti bersama. Pada hari itu, potensi pergerakan mencapai 26,6 juta orang atau 13,7 persen. Adapun puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+3, Minggu, 14 April 2024, dengan potensi pergerakan 41 juta orang atau sekitar 21,2 persen.

Pos pelayanan kesehatan disiapkan di berbagai titik strategis, mulai dari pintu keluar tol, rest area di jalur tol operasional, jalur arteri atau non-tol, tempat wisata, tempat ibadah, terminal, stasiun, bandara, hingga pelabuhan penyeberangan. Titik-titik itu dipilih karena menjadi simpul pergerakan pemudik yang paling padat.

Pemantauan di Enam Jalur Utama

Kemenkes menurunkan Tim Pemantauan Pos Kesehatan untuk memantau layanan di enam jalur utama, yaitu jalur Jakarta–Bali melalui Jalan Tol Trans-Jawa, Jakarta–Jawa Barat–Jawa Tengah–DI Yogyakarta melalui jalur selatan, DI Yogyakarta–Banyuwangi melalui jalur selatan, Jakarta–Palembang melalui penyeberangan Merak–Bakauheni, Lampung–Padang, serta Aceh–Sumatra Utara–Riau.

Azhar menegaskan, pemeriksaan di seluruh pos kesehatan tidak dipungut biaya. Namun, bila pasien perlu dirujuk ke rumah sakit, kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi penting karena layanan rujukan ditanggung melalui skema tersebut. Untuk kasus kecelakaan lalu lintas, pembiayaan ditanggung Jasa Raharja.

“Semua layanan di pos kesehatan gratis, namun saat masuk ke rumah sakit dan sebagainya, rujukan diperlukan, dan kita harapkan pasien memiliki BPJS karena semuanya ditanggung oleh BPJS sesuai kerja sama yang telah ada, namun untuk kecelakaan lalu lintas ditanggung Jasa Raharja,” kata Azhar.

800 Peserta Ikut Mudik Bersama

Selain mengirim tim pemantauan, Kemenkes juga menggelar mudik bersama yang diikuti 800 peserta, terdiri atas pegawai dan keluarga. Sebanyak 27 bus disiapkan dalam program ini. Setiap bus diawaki tiga orang yang dinyatakan dalam kondisi kesehatan prima dan didampingi satu koordinator peserta mudik.

Untuk memastikan keselamatan perjalanan, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan fisik, darah, dan urine terhadap seluruh pengemudi dan kondektur. Bus-bus tersebut melayani rute ke Purworejo, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Lampung, Palembang, dan Padang.

Dari total 27 bus, 20 unit berasal dari Kemenkes, dua bus bantuan Bank Negara Indonesia (BNI), dua bus bantuan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dua bus bantuan Bank Mandiri, dan satu bus bantuan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Informasi ini disampaikan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes 1500-567, SMS 081281562620, atau email [email protected]. Source link

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Related articles

Recent articles