27.5 C
Jakarta

Menkes Lengkapi Fasilitas Cath Lab RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie – Sehat Negeriku

Published:

Menkes Lengkapi Fasilitas Cath Lab RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

Pontianak, 21 Maret 2024 — Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (21/3), membuka sorotan baru pada kesiapan layanan jantung di rumah sakit daerah itu. Di tengah antrean pasien yang disebut mencapai rata-rata 600 orang per hari, pemerintah pusat menilai penguatan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar rencana.

Pelayanan dinilai cepat, tetapi beban pasien tinggi

Presiden Joko Widodo mengatakan, kunjungannya dimaksudkan untuk mengevaluasi mutu layanan kesehatan yang diterima pasien. Ia menilai manajemen antrean berjalan baik dan pelayanan di poliklinik cukup cepat. Namun, tingginya jumlah pasien membuat sistem layanan tetap harus ditopang fasilitas yang lebih lengkap.

“Di sini, saya lihat manajemen antrean bagus, layanan juga saya lihat cepat, tetapi memang yang ngantri banyak. Pasien harian itu rata-rata 600 orang, jumlah yang banyak sehingga memang harus ada antrean,” ujar Presiden Joko Widodo, Kamis (21/3).

Menurut Presiden, pelayanan di sejumlah poliklinik sudah baik. Meski demikian, ia berharap ada tambahan peralatan kesehatan, termasuk ICU dan cath lab, agar penanganan penyakit jantung dan stroke bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat.

Cath lab disiapkan tahun ini

Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan disebut akan memberikan peralatan cath lab ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie pada tahun ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memang menaruh perhatian pada penguatan layanan jantung di berbagai daerah, termasuk dengan melengkapi alat cath lab di rumah sakit yang dinilai siap berkembang.

Saat ini, ruangan yang akan digunakan untuk cath lab masih dalam tahap renovasi. Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL, mengatakan bantuan dari Kemenkes itu mencakup renovasi fasilitas dan hibah alat cath lab untuk mendukung pelayanan di poli jantung.

“Kami mendapatkan bantuan dari Kemenkes untuk renovasi fasilitas cath lab dan hibah alat cath lab yang tentu saja itu akan menunjang pelayanan di poli jantung,” kata dr. Eva.

Memangkas rujukan ke rumah sakit lain

Menurut dr. Eva, kehadiran cath lab akan mempercepat penegakan diagnosis sekaligus tatalaksana penyakit jantung. Selama ini, pasien yang membutuhkan layanan lebih lanjut harus dirujuk ke rumah sakit tipe B atau tipe A yang memiliki fasilitas dan tenaga lengkap.

Dengan fasilitas baru itu, proses penanganan diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada rujukan keluar daerah. “Sekarang karena sudah ada (cath lab) jadi akan lebih cepat dan lebih mempermudah pasien mendapatkan penanganan segera,” ujarnya.

RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie sebenarnya sudah menerima sejumlah bantuan alat kesehatan dari Kemenkes pada 2022, antara lain ekokardiografi, EKG holter, treadmill, dan pasien monitor untuk menunjang diagnostik di poli jantung. Pada 2023, rumah sakit ini juga mendapat bantuan Ponek berupa alat-alat penunjang pelayanan bayi dan perinatologi.

Selain itu, tahun lalu rumah sakit tersebut menambah dokter spesialis jantung untuk mengikuti fellowship intervensi jantung. Namun, dr. Eva mengakui masih ada kekurangan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, perawat, dan teknisi laboratorium. Ia berharap kunjungan Presiden dan Menkes menjadi dorongan agar kekurangan itu segera dipenuhi.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email [email protected].

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

Source link

Related articles

Recent articles