25.8 C
Jakarta

Polres Jakarta Utara tingkatkan pengawasan peredaran minuman keras

Published:

Jakarta — Menjelang dan selama Ramadhan 1445 Hijriah, Polres Metro Jakarta Utara memperketat pengawasan terhadap sejumlah penyakit masyarakat yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum. Sasaran utamanya adalah peredaran minuman keras, praktik prostitusi, perjudian, dan juga narkoba yang masih ditemukan di wilayah Jakarta Utara.

Pengawasan diperluas selama Ramadhan

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan mengatakan, peningkatan pengawasan itu dilakukan dengan menambah frekuensi kegiatan rutin, memperkuat jumlah personel, serta mengoptimalkan hasil penindakan di lapangan. Hal itu disampaikan saat apel Operasi Kejahatan Jalanan di Polsek Cilincing, Sabtu malam.

“Hari ini mulai 16 Maret 2023 hingga 2 April 2024, kegiatan rutin kami tingkatkan baik frekuensi, jumlah personel hingga hasilnya,” kata Gidion.

Menurut dia, langkah tersebut bukan semata-mata untuk menertibkan peredaran barang terlarang, melainkan juga untuk mencegah munculnya gangguan keamanan yang kerap berawal dari aktivitas serupa di lingkungan masyarakat.

Patroli, pencegahan, hingga penindakan

Gidion menegaskan, jajaran kepolisian di tingkat polsek diminta lebih aktif menjalankan patroli rutin, kunjungan lapangan, upaya pencegahan, sampai penindakan bila ditemukan pelanggaran. Ia juga meminta seluruh satuan bekerja lebih responsif terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami perintahkan jajaran dan Kapolsek untuk meningkatkan kegiatan rutin yang ada, mulai dari patroli rutin, kunjungan, pencegahan hingga penindakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap narkoba tidak boleh diabaikan karena peredarannya masih terjadi. Karena itu, menurut dia, dibutuhkan langkah yang lebih strategis agar barang haram tersebut tidak semakin meluas.

Libatkan warga dalam menjaga keamanan

Selain memperkuat patroli, Polres Metro Jakarta Utara juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Gidion menilai, pencegahan akan lebih efektif bila warga ikut peka terhadap situasi di sekitar mereka.

“Mari lakukan penguatan bersama masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” kata dia.

Ia mengingatkan anggotanya agar tidak lengah membaca gejala awal yang muncul di tengah masyarakat. Menurut dia, persoalan keamanan kerap bermula dari hal-hal kecil yang terlewatkan karena kurangnya kewaspadaan.

“Persoalan biasanya terjadi tidak jauh dari kita tapi karena abai sehingga tidak bisa menangkap signal gejala. Maka ketika peristiwa terjadi kita menyesal,” ujar Gidion.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024

Source link

Related articles

Recent articles