28.8 C
Jakarta

BPBD: Tinggi muka air Pos Pantau Pintu Air Pasar Ikan Jakarta siaga 3

Published:

JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan setelah status Pos Pantau Pintu Air Pasar Ikan naik menjadi siaga 3 atau waspada pada Kamis dini hari. Kenaikan status ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil dan berpotensi memengaruhi kawasan yang berada di sekitar aliran air.

BPBD minta warga bantaran sungai tetap siaga

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada, menyusul Pos Pantau Sunter Hulu yang sempat naik ke siaga 3 pada Rabu (6/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Kenaikan itu terjadi saat cuaca tercatat mendung dan tinggi muka air mencapai 145 sentimeter.

Namun, status tersebut tidak bertahan lama. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 22.00 WIB, tinggi muka air di Sunter Hulu turun menjadi 135 sentimeter dan kembali ke kondisi normal. Meski demikian, BPBD tetap menaruh perhatian pada perubahan muka air di sejumlah titik pemantauan.

Pasar Ikan jadi satu-satunya pos yang masih siaga 3

Hingga kini, Pos Pantau Pintu Air Pasar Ikan menjadi satu-satunya yang masih berstatus siaga 3. Sementara itu, 12 pos pantau pintu air lainnya dilaporkan berada dalam kondisi normal dengan cuaca yang hanya sedikit mendung.

BPBD DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyebarkan informasi melalui media sosial, Sistem Peringatan Dini Bencana (DEWS), serta menyampaikan peringatan kepada camat dan lurah setempat. Langkah ini dilakukan agar informasi dapat segera diterima warga yang berpotensi terdampak.

Saluran darurat 112 disiapkan untuk warga

BPBD juga meminta masyarakat tidak menunggu hingga situasi memburuk apabila membutuhkan bantuan. Warga dapat menghubungi pusat informasi Jakarta Siaga di nomor 112 dalam kondisi darurat. Saluran ini disiapkan untuk mempercepat penanganan bila terjadi peningkatan muka air susulan.

Artikel ini disusun oleh Khaerul Izan dan diedit oleh Budisantoso Budiman. Copyright © ANTARA 2024. Source link

Related articles

Recent articles