Prabowo Minta Pendukung Tak Euforia, Sebut Keunggulan di Pilpres sebagai Amanah Besar
Bogor — Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengingatkan para pendukungnya agar tidak larut dalam euforia menyusul keunggulan sementara dirinya bersama Gibran Rakabuming Raka dalam real count KPU. Di hadapan peserta silaturahmi kebangsaan bersama Muslimat NU dan unsur relawan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Sabtu (2/3/2024), Prabowo menegaskan bahwa posisi tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan tanda adanya tanggung jawab besar yang harus dipikul.
Mandat yang Harus Dijawab dengan Kerja
Prabowo mengatakan, keunggulan yang terlihat dalam penghitungan suara justru harus dibaca sebagai mandat kepercayaan dari rakyat. Karena itu, ia meminta para pendukung dan simpatisan untuk menahan diri dan tidak merayakan hasil sementara secara berlebihan.
“Ini jangan membuat kita euforia jangan membuat kita gembira berlebihan, tapi membuat kita berterimakasih merenung sejenak, karena dengan diberi mandat sesungguhnya berarti tanggung jawab masa depan bangsa Indonesia sekarang terletak di pundak kami,” kata Prabowo.
Ia menekankan, jika mandat itu benar-benar diberikan rakyat, maka seluruh kemampuan, pengalaman, pengetahuan, hingga teknologi yang dimiliki akan diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Bagi Prabowo, tugas itu bukan sekadar kemenangan politik, melainkan beban moral yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Tak Mau Mengecewakan Rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan bahwa usia bukan alasan untuk mengendurkan semangat. Ia menyebut dirinya tetap memiliki energi untuk terus berjuang demi rakyat Indonesia.
“Dan walaupun dengan usia saya sekarang saya tetap bersemangat, jiwa dan raga tetap membara. Saya tidak gentar untuk memperjuangkan rakyat. Saya tidak gentar! Dan tidak boleh mengecewakan rakyat Indonesia. Saya berpikir ini suatu tantangan tapi tantangan yang mulia,” tegas Prabowo.
Pernyataan itu memperlihatkan upaya Prabowo membangun narasi bahwa hasil politik, bila kelak benar-benar mengarah pada kemenangan, harus diposisikan sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar, bukan akhir dari perjuangan.
Source link
