Menyambut Ramadan, Ini Doa-doa yang Lazim Dibaca Umat Muslim dari Hilal hingga Lailatul Qadar
Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Di sejumlah rumah, masjid, dan majelis taklim, suasana menyambutnya biasanya diiringi persiapan ibadah yang lebih tertata. Tak hanya puasa dan salat, Ramadan juga menjadi momentum memperbanyak doa, zikir, dan permohonan agar amalan yang dijalankan diterima Allah SWT.
Mengutip laman Muslim, ada sejumlah doa yang kerap dibaca sejak tanda awal Ramadan terlihat hingga malam-malam terakhir bulan penuh berkah itu. Doa-doa ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual umat Muslim untuk menjaga lisan, menenangkan hati, dan memperkuat harapan agar ibadah selama Ramadan bernilai lebih.
Doa saat menyambut Ramadan
Ketika hilal terlihat, umat Muslim dianjurkan membaca zikir berikut:
“Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah.”
Artinya: “Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad Darimi).
Doa ini menjadi penanda bahwa Ramadan bukan sekadar pergantian waktu, melainkan awal dari rangkaian ibadah yang diharapkan membawa ketenangan dan keberkahan.
Menjaga lisan dan menutup puasa dengan doa
Ramadan juga menuntut kesabaran dalam keseharian. Saat ada orang yang menjahili, umat Muslim dianjurkan menahan diri dan mengucap:
“Inni shoo-imun, inni shoo-imun.”
Artinya: “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.”
Ketika tiba waktu berbuka, doa yang lazim dibaca adalah:
“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”
Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan).
Di sebagian masyarakat Muslim, ada pula yang membaca doa berbuka lain, yakni “Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin”. Pembacaan ini umumnya mengikuti kebiasaan masing-masing.
Doa dalam situasi sehari-hari hingga malam-malam utama Ramadan
Selain doa yang berkaitan langsung dengan puasa, ada pula doa yang dibaca dalam situasi sehari-hari. Saat diberi makanan atau minuman oleh orang lain, misalnya, umat Muslim dapat membaca:
“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii.”
Artinya: “Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.” (HR. Muslim no. 2055).
Jika berbuka puasa di rumah orang lain, doa yang dianjurkan ialah:
“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah.”
Artinya: “Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendoakan agar kalian mendapat rahmat.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).
Setelah salat witir, umat Muslim juga dianjurkan membaca doa:
“Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik.”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).
Menjelang akhir Ramadan, perhatian umat Muslim biasanya tertuju pada malam lailatul qadar yang diyakini hadir pada 10 malam terakhir, pada malam-malam ganjil. Doa yang dianjurkan untuk dibaca ialah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’.”
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).
Rangkaian doa itu menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya soal menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga menjaga adab, memperhalus sikap, dan terus menghidupkan harapan di setiap fase ibadah.
Source link
