25.8 C
Jakarta

Calon Legislatif di Lebak Kecewa Suaranya Lenyap Saat Penghitungan Suara di Gunung Kencana

Published:

Calon Legislator di Lebak Kecewa, Suaranya Menghilang Saat Rekapitulasi di Gunung Kencana

Lebak — Suasana pleno rekapitulasi suara di Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak memanas setelah sebuah video memperlihatkan seorang calon legislator DPRD Lebak dari Partai NasDem meluapkan kemarahan. Video berdurasi 6 menit 50 detik itu kemudian viral di media sosial dan memantik sorotan publik atas proses penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Dalam rekaman tersebut, caleg DPRD Lebak Daerah Pemilihan (Dapil) 6 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Desi Herdiana Safitri, tampak protes keras karena merasa ratusan suaranya lenyap saat pleno berlangsung. Ia menilai ada kejanggalan dalam hasil rekapitulasi yang dibacakan penyelenggara.

Suara Partai dan Caleg Diduga Berkurang Drastis

Desi menyebut salah satu temuan yang paling janggal terjadi di Desa Ciginggang. Menurut dia, dari 15 tempat pemungutan suara (TPS), suara partai yang semula tercatat 99, justru berubah menjadi hanya 2 suara dalam pleno rekapitulasi.

“Seperti yang terjadi di Desa Ciginggang terdapat 15 TPS, jumlah suara partai itu berjumlah 99 suara, tapi setelah di pleno rekapitulasi penghitungan suara jumlah suara partai itu menjadi 2 suara saja,” kata Dedi saat ditemui di sela-sela acara pleno, Kamis (22/2/2024).

Tak hanya suara partai, Desi juga mengaku kehilangan puluhan suara pribadinya. Ia menduga suara tersebut berpindah ke salah satu caleg lain di dapil dan partai yang sama.

Keluhkan Minimnya Keterbukaan

Selain soal perubahan angka suara, Desi juga menyoroti sikap PPK dan penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan yang dinilainya tidak transparan. Ia menyebut hasil C1 plano seharusnya dapat dipasang agar bisa dilihat publik dan dibandingkan dengan hasil rekapitulasi.

Menurut dia, keterbukaan menjadi penting untuk mencegah munculnya kecurigaan di tengah proses penghitungan suara yang seharusnya berlangsung terbuka. Desi berharap Bawaslu, KPU, dan pihak terkait dapat turun tangan agar persoalan serupa tidak berlarut.

Desakan Agar Penghitungan Berjalan Bersih

“Saya berharap agar Bawaslu, KPU dan instansi terkait yang menangani pesta demokrasi ini agar bisa bersama-sama agar Pemilu bisa berjalan aman dan lancar,” ucapnya.

Kejadian ini menambah daftar panjang sorotan terhadap rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, terutama ketika selisih angka dianggap tidak wajar oleh peserta pemilu. Di tengah proses yang mestinya menjadi tahap paling menentukan, tuntutan atas ketelitian dan keterbukaan justru kembali mengemuka.

Related articles

Recent articles