25.8 C
Jakarta

Prabowo: Jajaran Terpilih Gerindra Merayakan Ulang Tahun ke-16 Partai dengan Cara Yang Sederhana

Published:

Gerindra Rayakan HUT ke-16 Secara Sederhana, Prabowo: Yang Terbaik untuk Bangsa dan Rakyat

Jakarta — Partai Gerindra memilih merayakan hari ulang tahun ke-16 dengan cara yang jauh dari kemeriahan. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menggelar peringatan itu secara sederhana di kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2024), bersama jajaran pengurus DPP hingga dewan pembina partai.

Tumpengan di tengah masa kampanye

Prabowo yang sempat keluar rumah untuk menyapa awak media menyebut perayaan tersebut hanya berupa tumpengan. Ia mengatakan, momen ulang tahun itu juga sempat dirayakan di Bali pada pagi hari. Menurut dia, usia 16 tahun Gerindra menjadi penanda perjalanan panjang partai, yang ia sebut sebagai dwi windu.

“Kami rayakan secara sederhana, hanya tumpengan tadi pagi sudah di Bali, ultah kita yang ke-16 dua kali delapan, dwi windu,” kata Prabowo.

Calon presiden nomor urut 2 itu tidak mengurai panjang soal perayaan. Ia justru menaruh harapan besar pada usia partainya yang menginjak 16 tahun.

“Yang terbaik untuk bangsa dan rakyat,” ujar Prabowo.

Pesan agar kader tetap khidmat

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan, keputusan merayakan ulang tahun secara sederhana bukan tanpa alasan. Menurut dia, usia partai yang ke-16 bertepatan dengan fase penting menjelang hari pencoblosan, yang tinggal delapan hari lagi.

Muzani mengatakan Prabowo meminta seluruh kader memperingati momentum itu dengan khidmat, tanpa kehilangan makna perjuangan yang selama ini diusung partai. Bagi Gerindra, ulang tahun kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa tahapan politik sedang berada pada titik yang sangat menentukan.

“Maka kegiatan ulang tahun Partai Gerindra yang ke-16, Pak Prabowo meminta agar seluruh kader memperingati dengan cara yang hikmat, sederhana, tidak kehilangan makna perjuangan bagi perjuangan partai politik Gerindra,” kata Muzani.

Momentum yang beririsan dengan agenda politik nasional

Perayaan sederhana di Kertanegara itu memperlihatkan pilihan Gerindra untuk menahan diri di tengah situasi politik yang sedang memanas. Dengan jarak yang tinggal hitungan hari menuju pencoblosan, partai tampaknya ingin menjaga nuansa peringatan tetap ringan, tetapi tetap sarat pesan politik.

Related articles

Recent articles