Sleman, 31 Januari 2024 — Asrama mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yogyakarta resmi beroperasi setelah pembangunan rumah susun itu rampung dikerjakan. Kehadiran hunian baru ini bukan sekadar menambah fasilitas kampus, tetapi juga diproyeksikan menjadi model bagi pembangunan asrama Poltekkes di berbagai daerah di Indonesia.
Rusun Asrama Jadi Contoh Baru
Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada Rabu (31/1/2024). Dalam keterangannya, Budi mengapresiasi pengerjaan bangunan yang disebut selesai cepat, berbiaya efisien, namun tetap memiliki kualitas yang baik. Menurut dia, karakter seperti itu penting agar fasilitas serupa dapat direplikasi di banyak Poltekkes lain.
“Terima kasih asrama ini dibangun Pak Bas. Harganya murah, bangunnya cepat dan kualitasnya bagus, jadi ini nanti mau dipakai sebagai standar untuk seluruh Poltekkes di Indonesia,” kata Budi.
Saat ini, asrama tersebut sudah ditempati para mahasiswi. Menariknya, penghuni rusun tidak hanya datang dari daerah sekitar Yogyakarta, tetapi juga dari wilayah yang jauh, termasuk Sorong dan bahkan Timor Leste. Budi menyebut keberagaman itu sebagai bukti bahwa pendidikan kesehatan di Indonesia punya daya tarik yang melampaui batas daerah dan negara.
Dari Tempat Tinggal ke Ruang Pembentukan SDM
Bagi Kemenkes, asrama mahasiswa tidak berhenti pada fungsi dasar sebagai tempat bermalam. Budi berharap fasilitas ini menjadi ruang tumbuh bagi para mahasiswa, terutama untuk membangun kedisiplinan, jejaring, dan kemampuan diri selama menempuh pendidikan.
“Harapannya nanti lebih banyak putra-putri dari seluruh Indonesia bisa belajar di sini dan kembali ke daerahnya untuk melayani di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyinggung peluang lebih luas bagi pendidikan kesehatan Indonesia. Menurut dia, kualitas pendidikan yang baik dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia, sekaligus mempersiapkan tenaga kesehatan nasional agar mampu bekerja di luar negeri.
“Kita ingin bisa mendidik orang-orang luar negeri disini, karena ada pengakuan kualitas pendidikan kita bagus. Kita juga ingin mendidik orang-orang Indonesia seperti bidan dan perawat supaya bisa kerja di luar negeri,” imbuhnya.
Rp 22 Miliar untuk Hunian Mahasiswi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, Rusun Asrama Mahasiswa Poltekkes Yogyakarta merupakan salah satu bangunan asrama yang telah diselesaikan Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 22 miliar. Ia menyebut pembangunan fasilitas serupa juga sedang berjalan di Medan.
Basuki menegaskan, pembangunan asrama ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan layanan kesehatan. Apalagi, Kemenkes saat ini tengah membangun sejumlah rumah sakit besar di Makassar, Kupang, dan Surabaya, yang akan dilengkapi peralatan medis modern.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kesehatan yang terampil dan berkompeten akan semakin besar seiring bertambahnya infrastruktur kesehatan. Karena itu, keberadaan Poltekkes dan fasilitas pendukung seperti asrama menjadi penting untuk menyiapkan SDM yang memadai.
“Karena beliau ini (Menkes) punya program memperbaiki rumah sakit dan puskesmas berarti butuh tenaga kesehatan yang lebih banyak, sehingga butuh poltekkes yang lebih aktif, jadi bisa merekrut mahasiswa yang lebih baik,” ucapnya.
Penghuni Datang dari Sorong hingga Timor Leste
Salah satu mahasiswi, Kezia Paulina Nenop, yang menempuh pendidikan di Program Studi Keperawatan Anestesiologi, mengaku senang bisa tinggal di asrama tersebut. Berasal dari Sorong, Papua Barat, ia merasa keberadaan rusun sangat membantu mahasiswa yang datang dari jauh.
“Saya senang di sini banyak teman, terus pengurus-pengurus asramanya baik-baik dan terbuka, khususnya buat saya dan teman-teman saya yang berasal dari jauh,” kata Kezia.
Ia juga menilai fasilitas yang tersedia sudah cukup lengkap dan memuaskan untuk mendukung aktivitas sehari-hari mahasiswa.
Rusun Asrama Poltekkes Kemenkes Yogyakarta berdiri di atas lahan seluas 13.045 meter persegi dengan luas bangunan 4.865,5 meter persegi. Bangunan empat lantai itu memiliki 86 kamar, terdiri atas 84 kamar mahasiswa dan 2 kamar disabilitas. Setiap kamar diisi empat mahasiswa, dan hingga kini total 294 mahasiswa dari berbagai program studi telah menghuni asrama tersebut.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email [email protected].
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik
dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid
Source link
