25.8 C
Jakarta

PKS Menolak Penampilan Foto Heru Budi di Atribut Sosialisasi Pemilu: Seolah-olah Kampanye!

Published:

JAKARTA — Penampilan wajah Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dalam atribut sosialisasi Pemilu damai menuai sorotan. Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik Zoelkifli, menilai penggunaan foto Heru dalam spanduk dan stiker justru menimbulkan kesan politik, terlebih karena Heru disebut sebagai salah satu kandidat bakal calon gubernur DKI pada Pilkada 2024.

PKS: Lebih Baik Pakai Simbol Jakarta

Taufik meminta atribut sosialisasi itu tidak menonjolkan wajah pejabat. Ia menyarankan agar materi kampanye ajakan pemilu damai cukup memakai lambang atau ikon Jakarta, seperti Monumen Nasional, disertai pesan singkat yang menekankan pentingnya pemilu aman.

“Kalau (sosialisasi) pemilu damai pakai aja lambang Jakarta, pakai Monas,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (12/1/2024).

Menurut dia, persoalan muncul karena sosialisasi tersebut dipasang secara masif di ruang publik, termasuk halte dan titik iklan visual di sepanjang jalan. Dalam pandangannya, bila atribut semacam itu hanya berada di kantor pemerintahan, keberadaannya masih dapat dimaklumi. Namun, ketika foto Heru hadir di ruang publik dengan tampilan yang menonjol, kesannya bisa bergeser menjadi promosi politik.

Dipandang Tak Netral di Ruang Publik

“Kalau wajah orang pejabat kemudian yang memang sebenarnya turut juga menjadikannya bakal calon gubernur itu gak bagus,” katanya. Ia menambahkan, pemasangan di halte atau di jalan raya dengan visual yang mudah dilihat masyarakat “sama aja dengan kampanye”.

Sebelumnya, keluhan warga soal stiker bergambar wajah Heru di sejumlah halte Transjakarta ramai dibicarakan di media sosial. Salah satu unggahan datang dari akun Twitter atau X, @adel_saputra24, yang memperlihatkan sebuah halte dipasangi beberapa stiker bernuansa merah-putih dengan tulisan “Pilihan Cerdas, Pemilu Aman, Indonesia Kuat”. Di dalamnya terdapat foto Heru mengenakan pakaian dinas harian Gubernur DKI warna putih sambil tersenyum dan mengepalkan tangan kanan.

“Tolong lah min, ini halte @PT_Transjakarta jadi jelek banget ada foto pj heru, jawab ya min jangann bilang lagi tidur @TfJakarta,” tulis akun tersebut, dikutip Kamis (11/1/2024).

Transjakarta Sebut untuk Ajak Pemilu Aman

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Wibowo, menjelaskan stiker itu memang dipasang sebagai bagian dari ajakan agar Pemilu 2024 berjalan damai. Menurut dia, stiker tersebut sudah terpasang sejak 10 November 2023.

“Stiker tersebut sudah dipasang sejak 10 November 2023 lalu. Ini dalam rangka menyambut pelaksanaan Pemilu 2024, ajakan untuk menjaga agar pemilu berjalan aman,” ujar Wibowo.

Ia menambahkan, penempatan stiker dilakukan di sejumlah halte Transjakarta dan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, ia tidak merinci lokasi-lokasi pemasangan itu. Polemik ini menunjukkan bahwa pesan netral dalam ruang publik bisa dengan mudah berubah tafsir ketika dibingkai lewat wajah pejabat yang tengah berada di pusaran kontestasi politik.

Related articles

Recent articles