25.8 C
Jakarta

Korban Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api, Seluruh Penumpang Kereta Turangga dan Bandung Raya Selamat, Konfirmasi KAI

Published:

CICALENGKA, KOMPAS — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan tidak ada penumpang yang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan KA Turangga relasi Surabaya Gubeng–Bandung dan Commuterline Bandung Raya di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024) pagi. Meski demikian, peristiwa itu tetap menyisakan duka karena empat petugas KA dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

22 Penumpang Luka Ringan, Dirawat di Tiga Rumah Sakit

EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan, dari total 287 penumpang KA Turangga dan 191 penumpang KA Commuterline Bandung Raya, terdapat 22 orang yang mengalami luka ringan. Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan,” kata Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Agus merinci, 18 penumpang dirawat di RSUD Cicalengka, dua orang di RS Edelweis, dan dua lainnya di RS AMC. KAI menyebut seluruh penumpang yang selamat sudah dipindahkan ke stasiun terdekat untuk melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi yang disiapkan perusahaan.

Duka atas Gugurnya Empat Petugas KA

Di tengah kabar baik soal keselamatan penumpang, KAI menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat petugas KA. Mereka terdiri atas masinis, asisten masinis, pramugara, dan petugas keamanan yang bertugas dalam rangkaian kecelakaan kereta api tersebut.

KAI menyatakan sangat menghargai dedikasi para petugas yang gugur saat menjalankan tugas. Perusahaan juga menegaskan penanganan kecelakaan masih berlangsung bersama sejumlah pihak terkait.

Penanganan dan Rekayasa Operasi Dilakukan

Agus mengatakan, tim KAI bersama TNI/Polri, Basarnas, DJKA Kemenhub, KNKT, dan pihak lain masih bekerja di lokasi untuk menangani dampak kecelakaan. Di saat bersamaan, KAI juga mulai mengatur ulang perjalanan sejumlah kereta yang akan melintas di jalur tersebut.

Rekayasa pola operasi dilakukan melalui jalan memutar dan pengalihan dengan angkutan lain agar perjalanan tetap berlangsung meski jalur terdampak. Hingga kini, fokus utama KAI adalah memastikan keselamatan, mengevakuasi korban, dan memulihkan layanan secepat mungkin di lintasan yang terganggu akibat insiden itu.

Related articles

Recent articles