Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali menegaskan arah kebijakan yang ia sebut sebagai program dengan hasil paling cepat dan paling terasa bagi masyarakat. Dalam pandangannya, pembangunan tidak cukup berhenti pada konsep, melainkan harus menembus persoalan implementasi yang selama ini kerap menjadi titik lemah. Karena itu, ia menilai sejumlah program prioritas perlu dikawal langsung oleh pimpinan tertinggi negara agar dampaknya segera dirasakan publik.
Prabowo mengatakan, pengalamannya menyaksikan pola kerja tiga presiden sebelumnya, yakni Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo, menjadi dasar pandangannya. Ia menyebut masing-masing memiliki instrumen pengendalian pembangunan, mulai dari Sesdalobang, UKP4, hingga KSP. Menurut dia, pengawasan langsung dari pusat penting karena waktu presiden dan wakil presiden terbatas, sehingga prioritas harus benar-benar dipilih.
Fokus pada manusia dan kemiskinan ekstrem
Di antara prioritas itu, Prabowo menempatkan pembangunan manusia sebagai sasaran utama. Ia menekankan kebutuhan memastikan anak-anak Indonesia cukup gizi, sehat, dan memperoleh pendidikan yang layak. Pada saat yang sama, ia menyatakan kemiskinan ekstrem harus ditekan hingga nol persen melalui penguatan jaring pengaman sosial.
Dari rangkaian diskusi dengan para ahli, Prabowo kemudian merumuskan delapan program yang ia sebut Program Hasil Terbaik Cepat. Program-program itu diarahkan untuk memberi manfaat langsung, bukan sekadar menjadi rencana jangka panjang tanpa dampak nyata di lapangan.
Makan bergizi gratis dan layanan kesehatan
Program pertama adalah pemberian makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, disertai bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil. Prabowo menilai stunting masih menjadi persoalan mendesak karena akan memengaruhi kemampuan anak mencapai potensi terbaiknya di masa depan. Ia menyinggung angka stunting nasional yang disebut turun dari 37 persen pada 2014 menjadi 21 persen pada 2022, namun masih terlalu tinggi dibanding sejumlah negara maju.
Menurut Prabowo, bantuan pangan harian di lingkungan pendidikan bukan hanya menyehatkan anak, tetapi juga membantu keluarga dan meningkatkan kehadiran siswa di sekolah. Ia juga mencontohkan program serupa di sejumlah negara, termasuk India, yang mewajibkan makan siang gratis di sekolah sejak 2005.
Program berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan gratis, penuntasan kasus tuberkulosis atau TB, serta pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di tingkat kabupaten. Prabowo menilai TB masih menjadi ancaman serius, dengan beban kasus besar di Indonesia dan angka kematian yang tinggi. Pemeriksaan rutin untuk peserta BPJS, menurut dia, dapat memperkuat pencegahan melalui pengecekan tekanan darah, gula darah, hingga rontgen paru-paru.
Pangan dan kedaulatan produksi
Di sektor pangan, Prabowo menyoroti pentingnya lumbung pangan desa, daerah, dan nasional. Ia menilai swasembada pangan tidak bisa ditunda karena ketahanan pangan menjadi soal kedaulatan negara. Pengalaman saat pandemi COVID-19 dan kekeringan El Nino menunjukkan negara-negara produsen bisa saja menutup ekspor demi kebutuhan domestik mereka sendiri.
Karena itu, ia mendorong peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui intensifikasi, benih unggul, pupuk yang tepat, teknik tanam yang baik, dan irigasi yang memadai. Prabowo menyebut hanya sekitar 30 persen lahan pertanian di Indonesia yang saat ini teririgasi, sehingga sebagian besar produksi masih bergantung pada cuaca. Ia juga menilai pengelolaan air menjadi kunci, termasuk pemanfaatan sumber air tanah dan pompa berenergi untuk membantu petani.
Source link
Source link
