27.5 C
Jakarta

Mobil Polisi Terbakar Saat Mengiringi Jenazah Lukas Enembe ke STAKIN Sentani oleh Massa

Published:

Mobil Polisi Dibakar Saat Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe Melintasi Sentani

Suasana duka atas kepergian mantan Gubernur Papua Lukas Enembe berubah ricuh saat iring-iringan jenazah melintas di kawasan perkantoran di pinggir jalan Sentani, Kabupaten Jayapura. Di tengah prosesi menuju STAKIN Sentani, massa yang berada di barisan depan diduga mulai melempari rumah, ruko, fasilitas publik, hingga mobil-mobil yang terparkir di sepanjang jalan.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, situasi tampak memanas ketika batu mulai beterbangan dari arah kerumunan. Sejumlah pedagang terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri. Di video lain, aparat kepolisian yang berada di tengah massa tiba-tiba menjadi sasaran serangan. Sejumlah fasilitas juga rusak, termasuk anjungan tunai mandiri atau ATM milik Bank Papua yang tampak mengalami kerusakan, disusul pecahnya kaca di beberapa perkantoran.

Kericuhan Merembet ke Jalan STAKIN

Kerusuhan tidak berhenti di titik awal arak-arakan. Saat rombongan memasuki Jalan STAKIN, massa yang mengamuk disebut menyerbu rombongan Kapolda Papua bersama para undangan dan tamu lain yang ikut berjalan kaki. Dalam situasi itu, sejumlah kendaraan dibakar, termasuk mobil polisi yang menjadi sasaran amuk massa.

Peristiwa tersebut juga menyeret aparat keamanan dan pejabat daerah. Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menyebut, Penjabat Gubernur Papua Ridwan Rumasukun turut terkena lemparan batu. “Pj Gubernur Provinsi Papua terkena lemparan batu. Beberapa anggota Polisi dari Brimob dan tentara dan mobil menjadi sasaran aksi massa,” kata Benny.

Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga kini, kepolisian masih menelusuri pemicu kericuhan yang mewarnai prosesi pemakaman tersebut. Benny mengatakan pendataan masih dilakukan untuk memastikan alasan di balik pembakaran, perusakan, dan penyerangan terhadap aparat keamanan.

“Saat ini dalam pendataan. Kenapa beberapa orang massa melakukan pembakaran, perusakan dan penyerangan terhadap aparat keamanan dan juga membakar mobil polisi,” ujarnya.

Di tengah situasi yang memanas, Tokoh Masyarakat Adat di Sentani, Frits Maurits Felle, mengingatkan bahwa prosesi duka seharusnya dijalankan dengan tertib dan bermartabat. Menurut dia, Lukas Enembe adalah sosok yang memiliki jasa besar bagi Papua, sehingga penghormatan terakhir semestinya tidak diwarnai tindakan yang merusak.

“Ini pemimpin besar Papua, prosesi pemakaman harus dilakukan dengan cara yang bermartabat. Semua kebaikan dan perjuangannya bagi pembangunan manusia di Papua harus kita teruskan,” ujar Frits dikutip Jubi-jaringan Suara.com, Kamis (28/12/2023).

Di saat aparat masih mengamankan lokasi dan menelusuri para pelaku, kepolisian meminta massa yang mengantar jenazah Lukas Enembe untuk menahan diri dan tidak memperluas kerusakan. Benny juga mengimbau warga tetap tenang di rumah agar situasi keamanan di Sentani tidak semakin memburuk.

Related articles

Recent articles