27.5 C
Jakarta

Samora Moisés Machel – prabowo2024.net Samora Moisés Machel – prabowo2024.net

Published:

Samora Moisés Machel kerap dikenang bukan semata sebagai presiden pertama Mozambik, melainkan sebagai tokoh gerilya yang mengubah arah sejarah negaranya. Dalam catatan Prabowo Subianto yang diambil dari Buku 2 Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, Machel disebut sebagai pemimpin dengan pandangan politik berbeda, tetapi tetap layak dihormati karena kapasitas kepemimpinannya.

Dari anak petani ke arena perlawanan

Machel lahir pada 1933 dari keluarga petani di pedesaan Mozambik. Ayahnya mengalami diskriminasi berat dalam sistem kasta yang berlaku di koloni tersebut, meski tetap mampu membangun usaha pertanian yang relatif berhasil. Jalan hidup Machel muda sendiri tidak panjang di bangku sekolah. Ia hanya menamatkan kelas empat SD sebelum pindah ke ibu kota dan menempuh pendidikan sebagai perawat.

Pengalaman bekerja di rumah sakit menjadi titik balik. Di sana, ia menyaksikan langsung ketimpangan perlakuan terhadap pekerja kulit hitam dan kulit putih. Perawat kulit hitam menerima upah jauh lebih kecil untuk pekerjaan yang sama. Ketidakadilan itu memantik kemarahan dan mempertebal sikap anti-kolonialnya.

Menempuh jalur gerilya bersama Frelimo

Masih remaja, Machel meninggalkan ibu kota dan bergabung dengan gerakan perlawanan anti-kolonial. Dengan rute memutar melintasi tiga negara, ia tiba di Tanzania dan masuk ke Front Pembebasan Mozambik, atau Frelimo. Kepada pimpinan organisasi itu, Machel menawarkan diri untuk dinas militer. Ia kemudian terbang ke Aljazair untuk mengikuti pelatihan paramiliter, sebelum kembali ke Tanzania dan dipercaya memimpin kamp pelatihan militer Frelimo.

Ketika Frelimo mulai melakukan konfrontasi bersenjata terbuka pada 1964, Machel menyeberang kembali ke Mozambik. Dari sana, karier militernya menanjak cepat. Ia dikenal sebagai komandan gerilya yang terampil dan pada 1966 diangkat menjadi kepala tentara pembebasan. Setelah pendiri Frelimo tewas akibat bom parsel pada 1969, kepemimpinan organisasi itu sempat diisi secara tripatrit, sebelum pada tahun berikutnya Machel ditetapkan sebagai satu-satunya pimpinan sekaligus presiden Frelimo.

Revolusi Anyelir dan jalan menuju kemerdekaan

Sebagian besar waktu Machel dihabiskan mengelola Frelimo dari Tanzania. Dari sana, ia mengatur pergerakan pasukan di lapangan, menjaga semangat juang anggota, dan terus menekan tentara Portugis dengan taktik gerilya yang membuat lawan kelelahan. Situasi berubah pada April 1974, saat sekelompok perwira muda Portugis menggulingkan pemerintah di Lisbon dalam peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Anyelir.

Di Mozambik, kekacauan politik membuat banyak pasukan Portugis memilih bertahan di barak. Frelimo memanfaatkan keadaan itu untuk memperluas penguasaan ke pedesaan. Pada September 1974, pemerintah Portugis menyetujui penyerahan kendali pada pertengahan 1975. Janji itu ditepati. Pada Juni 1975, Machel kembali dan memproklamasikan kemerdekaan penuh Republik Rakyat Mozambik.

Sebagai presiden pertama, Machel menghadapi persoalan yang tidak ringan: ekonomi rapuh, tekanan politik, dan kebencian kesukuan dari sejumlah elite Afrika. Ucapannya yang terkenal, “Agar bangsa bisa hidup, suku harus mati,” mencerminkan sikap kerasnya terhadap politik identitas di negaranya.

Setelah kemenangan di Mozambik, Machel juga memberi dukungan bagi perjuangan pembebasan Afrika lainnya. Perannya dianggap penting dalam kemerdekaan Zimbabwe dan bahkan Afrika Selatan. Pada Oktober 1986, pesawat yang ditumpanginya jatuh saat kembali dari pertemuan para pemimpin Afrika di Zambia. Ia wafat dalam usia 53 tahun. Jandanya, Graca, kemudian menikah dengan Nelson Mandela pada 1998, menjadikannya satu-satunya perempuan yang pernah menjadi Ibu Negara dari dua negara.

Dalam catatan Prabowo, Machel dihormati bukan karena kesamaan ideologi, melainkan karena kualitasnya sebagai pemimpin militer: karismatik, berani, dan mampu mengelola perang gerilya sekaligus memahami pentingnya pendidikan dasar bagi rakyat yang dipimpinnya.

Source link

Related articles

Recent articles