Di sejumlah titik strategis Kota Depok, Jawa Barat, baliho pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mencuri perhatian warga. Bukan semata karena ukuran dan posisinya yang mudah terlihat, melainkan juga karena pilihan kata yang dipasang di dalamnya: “Gaspoll Bro”, singkatan dari “Gemoy Asoy Santui Poll Bersama Prabowo”.
Pesan visual itu tampak sengaja dibangun untuk berbicara langsung kepada pemilih muda. Dengan latar kemeja biru dan bahasa yang akrab di telinga generasi sekarang, baliho tersebut berbeda dari materi kampanye yang umumnya tampil lebih formal dan kaku. Di Depok, strategi ini justru dianggap berhasil membuat nama Prabowo-Gibran lebih mudah dibicarakan di ruang-ruang publik.
Bahasa yang dekat dengan anak muda
Rian Anugrah (19), remaja Depok, menilai baliho itu berhasil menangkap citra Prabowo yang belakangan lekat dengan sebutan “gemoy”. Menurut dia, penyebutan itu membuat Prabowo terlihat lebih dekat dengan anak muda dan tidak berjarak.
“Prabowo itu dikenal gemoy dan dekat dengan anak muda,” kata Rian, yang melihat pendekatan semacam ini lebih mudah diterima kalangan seusianya.
Hal serupa disampaikan Hasbi (23). Ia menyebut tagline yang dipakai terasa pas dengan karakter Prabowo yang santai dan humoris. Hasbi juga menegaskan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Efektif menarik perhatian publik
Di mata warga muda lainnya, seperti M. Zikri (22) dan Yana Maisaroh (25), baliho tersebut menonjol justru karena bahasanya tidak terasa berat. Istilah “Gemoy”, “Asoy”, dan “Santuy” dinilai melekat kuat pada sosok Prabowo, sekaligus membedakannya dari baliho lain yang cenderung tampil serius dan formal.
Penggunaan istilah kekinian itu menegaskan bahwa komunikasi politik kini tak lagi bertumpu pada pesan yang kaku. Dalam konteks kampanye, visual dan pilihan diksi menjadi bagian penting untuk membangun kedekatan emosional, terutama dengan pemilih muda yang jumlahnya besar dan sangat aktif di ruang digital.
Baliho Prabowo-Gibran di Depok pun menunjukkan bahwa pesan sederhana, jika dirangkai dengan tepat, bisa menjadi alat kampanye yang efektif. Di tengah persaingan menuju Pilpres 2024, kesan ringan dan akrab rupanya menjadi salah satu jalan untuk merebut perhatian publik, khususnya generasi muda yang akrab dengan bahasa populer sehari-hari. (SENOPATI)
