27 C
Jakarta

FKUB Sulut menghimbau untuk tidak menyebarkan foto dan video yang berpotensi memperkeruh situasi dalam bentrok di Bitung.

Published:

FKUB Sulut Minta Warga Tak Sebar Foto dan Video Bentrok di Bitung

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara bergerak cepat menyikapi bentrokan antarkelompok warga yang terjadi di Kota Bitung, Sabtu (25/11/2023). Di tengah situasi yang masih sensitif, FKUB mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak ikut memperluas situasi dengan menyebarkan foto maupun video yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Imbauan agar publik tidak memperkeruh suasana

Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Rumopa, mengatakan penanganan peristiwa itu sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian dan aparat terkait. Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini adalah ketenangan semua pihak agar ketenteraman kota tetap terjaga.

“Mari kita serahkan kepada pihak kepolisian dan aparat untuk menangani kejadian hingga segera selesai. Masyarakat diharapkan untuk menahan diri demi menjaga ketenteraman dan keamanan serta rasa persaudaraan di antara kita dan kerukunan yang terjalin selama ini,” ujar Lucky Rumopa yang dihubungi BeritaManado.com-jaringan Suara.com pada Sabtu malam.

Ia menegaskan, dalam kondisi seperti ini, penyebaran potongan gambar atau video di media sosial justru bisa memicu tafsir yang keliru dan memperlebar persoalan. Karena itu, FKUB meminta warga berhati-hati dalam menerima maupun membagikan informasi.

FKUB Sulut koordinasi dengan gubernur dan pemerintah daerah

Untuk meredam meluasnya bentrokan, FKUB Sulut juga melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kebijakan. Lucky menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Utara dan wakil gubernur pada Sabtu malam untuk membahas langkah penanganan.

“Terkait persoalan Bitung saya langsung berkoordinasi bersama pak gubernur dan wagub malam ini. Kami adakan pertemuan rapat untuk mengatasi masalah di Bitung,” kata Lucky.

Selain itu, FKUB juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bitung. Pertemuan lintas tokoh agama pun diminta segera digelar untuk mencari jalan keluar dan meredam ketegangan yang muncul sejak Sabtu sore.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bitung dimana kami minta kiranya malam ini ada pertemuan pimpinan-pimpinan agama yang tergabung dalam FKUB untuk meredam mencari solusi untuk meredam problematika yang terjadi,” ujar dia.

Bentrokan viral di media sosial

Sebelumnya, bentrokan antarkelompok warga di Kota Bitung ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah foto dan video yang memperlihatkan suasana bentrokan beredar luas, termasuk melalui akun Instagram ndorobei.official.

Dari informasi yang beredar, bentrokan terjadi di Pusat Kota, tepatnya di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa. Namun hingga kini, penyebab pasti bentrokan tersebut belum diketahui secara jelas.

Wali Kota Bitung Maurits Mantiri sebelumnya menyampaikan bahwa situasi di pusat kota sudah kembali kondusif. Dalam siaran pers yang dirilis pada Sabtu malam, ia menyebut kondisi Bitung aman dan terkendali pada pukul 19.50 Wita.

“Menyikapi perkembangan terkini di kota Bitung saat ini Sabtu 25 November 2023 pukul 19.50 Wita, Pusat Kota Bitung dalam Keadaan Kondusif dan Aman terkendali,” kata Maurits seperti dikutip Berita Manado-jaringan Suara.com pada Sabtu (25/11/2023).

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama pemuka agama, tokoh masyarakat, dan unsur aparat penegak hukum masih terus menangani selisih paham yang memicu peristiwa tersebut.

Related articles

Recent articles