27.5 C
Jakarta

Anak Ganjar Pranowo Membahas Masalah Komersialisasi Seni yang Masih Menjadi Tantangan

Published:

Anak Ganjar Pranowo Soroti Komersialisasi Seni yang Dinilai Masih Jadi Pekerjaan Rumah

JAKARTA — Muhammad Zinedine Alam Ganjar menilai dunia seni di Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar: ruang berkembang yang terbatas dan akses yang belum merata. Putra calon presiden Ganjar Pranowo itu menyebut perlu ada upaya bersama untuk mencari jalan agar karya seni bisa lebih mudah dikomersialkan tanpa meninggalkan kepentingan seniman.

Pandangan tersebut ia sampaikan usai mengunjungi Art Jakarta 2023 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/11/2023). Menurut Alam, pembahasan soal komersialisasi seni seharusnya tidak berhenti pada wacana, melainkan perlu didorong lewat dialog yang lebih terbuka.

Seni Dinilai Masih Eksklusif

Alam mengatakan, seni kini memang semakin menarik perhatian dan bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan. Namun, di sisi lain, akses terhadap seni, khususnya seni rupa, masih belum terbuka luas.

“Sebenernya yang perlu diperjelas lagi mungkin kita bisa cari tahu yuk bareng-bareng cara bagaimana bisa mengkomersialisasi seni,” kata Alam.

Ia menilai, kondisi itu membuat seni terkesan eksklusif karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengaksesnya. Menurut dia, situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama jika bicara soal bagaimana karya seni bisa memberi nilai ekonomi yang lebih baik bagi para pelaku seni.

“Karena sekarang seni kan, khususnya seni rupa menjadi salah satu bisa dibilang hobi atau interest yang ekslusif ya. Nggak semua bisa akses,” tuturnya.

“Mungkin itu jadi PR bersama untuk mencari cara komersialisasi seni. Itu aja,” sambungnya.

Ruang Ekspresi untuk Anak Muda

Selain menyoroti persoalan komersialisasi, Alam juga melihat seni sebagai ruang penting bagi anak muda untuk mengekspresikan gagasan dan sikap. Ia menyebut, dari pengamatannya terhadap para seniman yang hadir, ada kebebasan yang kuat dalam berkarya tanpa merasa dibatasi.

Menurut dia, karya seni bisa menjadi medium untuk menyampaikan banyak hal, mulai dari ekspresi personal yang berwarna hingga pesan-pesan yang berkaitan dengan isu sosial dan politik.

“Aku liat dari teman-teman di dalam ini mereka nggak punya batasan dan juga nggak malu bagaimana mereka mengekspresikan diri. Entah itu kalau misalkan ada sifat ekspresi yang lebih berwarna, atau sifat ekspresi dari segi literasi misalnya sosial movement, political movement itu nggak ada batasan untuk berekspresi,” ujarnya.

“Jadi sebenernya seni menjadi platform atau medium teman-teman, anak muda khususnya meskipun di dalam tadi banyak pelukis senior itu mereka tetap menyuarakan pendapatnya melalui karya seni. Jadi ini sebagai landasan tempat berkumpul teman-teman saling membagi ekspresinya masing-masing,” katanya menambahkan.

Related articles

Recent articles