Saya Lebih Memilih Mati Daripada Melawan Konyol
Jakarta Barat — Seorang satpam komplek bernama Hidayat nyaris menjadi korban pembacokan saat mencoba menghentikan iring-iringan pelajar yang membawa senjata tajam di RW 13, Citra 3, Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa itu terjadi ketika sekelompok remaja berkonvoi motor melintas sambil menenteng celurit, memicu ketegangan di tengah kawasan permukiman.
Pelajar Bersenjata Tajam Melintas di Kawasan Permukiman
Hidayat menuturkan, kejadian bermula saat anak buahnya melihat rombongan pelajar itu melintas di kawasan Citra Garden. Mereka disebut bergerak dari arah Rumah Sakit Ciputra menuju Citra 8. Melihat ada senjata tajam yang dibawa, Hidayat kemudian menghadang rombongan tersebut sebelum mereka masuk lebih jauh ke area komplek.
Namun, langkah itu justru memicu reaksi dari salah satu pelajar. Tidak terima dihentikan, pelajar tersebut turun dari motor dan diduga langsung berupaya menyerang Hidayat dengan celurit yang dibawanya. Menyadari situasi membahayakan, Hidayat memilih mundur demi menyelamatkan diri.
Diduga Baru Selesai Tawuran
Dalam keterangannya, Hidayat menyebut ada sekitar tiga hingga empat pelajar yang terlihat membawa celurit. Mereka bergerak beriringan menggunakan sepeda motor. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui asal sekolah para pelajar itu karena mereka mengenakan baju koko.
Hidayat menduga kelompok tersebut baru saja terlibat tawuran di luar wilayah Citra 3, lalu melintas sambil melarikan diri. Dugaan itu muncul karena cara mereka bergerak dan adanya senjata tajam yang dibawa dalam konvoi tersebut. Peristiwa ini kemudian menyebar luas di media sosial dan memancing perhatian publik.
Polisi Turun Tangan
Kapolsek Kalideres, Kompol Abdul Jana, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan atas kejadian tersebut. “Kami cek,” ujar Jana dalam pesan singkat, Jumat. Hingga kini, aparat kepolisian masih menelusuri kebenaran peristiwa yang disebut-sebut melibatkan aksi pelajar bersenjata tajam itu.
