25.8 C
Jakarta

Israel Menuduh RS Indonesia di Gaza sebagai Markas Hamas, Mer-C: Tuduhan Ini adalah Kebohongan Publik!

Published:

JAKARTA — Tuduhan militer Israel bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza dijadikan markas Hamas memicu bantahan keras dari MER-C Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI. Di tengah meningkatnya serangan di Jalur Gaza, rumah sakit yang dibangun dari donasi masyarakat Indonesia itu kembali berada di pusat polemik, bukan karena fungsinya sebagai fasilitas kesehatan, melainkan karena narasi yang dilontarkan Israel.

MER-C Sebut Tuduhan Israel Tidak Berdasar

Kepala Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, menilai klaim Israel yang menyebut RS Indonesia memiliki bunker penyimpanan solar dan digunakan sebagai markas rahasia tentara Hamas merupakan kebohongan publik.

“Israel mencoba untuk melakukan satu kebohongan publik yang seakan-akan bahwa RS Indonesia ada membuat seperti bunker untuk menyimpan solar,” kata Sarbini dalam unggahan Instagram @mercindonesia, dikutip Suara.com, Selasa (7/11/2023).

Ia menegaskan pembangunan rumah sakit tersebut dilakukan secara profesional dan sejak awal ditujukan untuk kepentingan kemanusiaan, bukan untuk aktivitas militer. Karena itu, MER-C menolak keras tuduhan yang dinilai hanya memperkeruh situasi dan berpotensi menjadi pembenaran untuk serangan terhadap rumah sakit.

“Oleh sebab itu, kami membantah. Bahwa kita membangun RS ini dalam konteks yang profesional,” ujarnya.

Kemlu RI Tegaskan RS Indonesia Dibangun untuk Kemanusiaan

Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI juga langsung merespons pernyataan Pasukan Pertahanan Israel atau IDF. Juru bicara Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan RS Indonesia di Gaza dibangun untuk melayani warga Palestina dan bukan bagian dari struktur militer mana pun.

“Meskipun dari waktu ke waktu selalu ada relawan Indonesia yang membantu,” kata Lalu saat dikonfirmasi, Selasa (7/11/2023).

Iqbal menambahkan, rumah sakit yang mulai beroperasi pada 2015 itu kini menjadi salah satu infrastruktur kesehatan yang masih berfungsi di Gaza. Dalam situasi perang, keberadaan fasilitas tersebut disebut sangat vital karena menampung pasien dalam jumlah yang jauh melampaui kapasitasnya.

“Rumah sakit itu kini merawat pasien dalam jumlah jauh melampaui kapasitasnya,” ungkapnya.

Israel Klaim Ada Terowongan di Bawah Rumah Sakit

Sebelumnya, Juru Bicara IDF Daniel Hagari menuding Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia. Melansir Jerusalem Post, Hagari juga menyatakan militer Israel memiliki informasi intelijen mengenai jaringan terowongan di bawah RS Indonesia di Gaza.

Dalam pernyataannya, IDF bahkan menuding ada peluncur roket di dekat rumah sakit tersebut. Hagari mengatakan Hamas secara sistematis membangun fasilitas itu untuk menyamarkan infrastruktur persenjataannya di bawah tanah.

Tuduhan semacam ini menambah tekanan terhadap rumah sakit yang selama ini menjadi salah satu titik paling penting bagi warga sipil di Gaza utara, di tengah kondisi yang kian rapuh akibat serangan yang terus berlangsung.

Related articles

Recent articles